Sabtu, 08 Maret 2008

Software di Ubuntu

Kalau masih ada yang beranggapan Ubuntu tidak lengkap,
dan menganggap Windows masih lebih baik, coba dipikir ulang.
Saya yang masih awam saja dapat bertahan dengan Ubuntu,
itu berarti semua keperluan saya sudah disediakan Ubuntu.
Atau minimal oleh komunitasnya, sehingga saya tinggal download saja.

Berikut ini beberapa padanan software, Windows dengan Ubuntu,
yang saya buat berdasarkan software yang dulunya saya pakai di Windows.

Microsoft Office ------ OpenOffice
Internet Explorer ------ Mozilla Firefox
Ms. Outlook ------ Evolution Mail
Y!M ------ Pidgin Internet Messenger
CorelDraw ------ Inkscape
Adobe Photoshop ------ GIMP
Macromedia Flash ------ KToon
Windows Media Player ------ Totem Movie Player / Rhythmbox
Winamp ------ Audacious
Cyberlink Power DVD ------ VLC Media Player
Nero Burning ROM ------ GnomeBaker
Guitar Pro ------ DGuitar
Windows Movie Maker ------ Pitivi Video Editor
Adobe Acrobat ------ Document Viewer

Masih banyak lagi software yang tidak saya temukan di Windows
tapi dapat saya temukan di Ubuntu.

Masih ragu apa lagi untuk beralih ke Open Source?

eBook Untuk Ubuntu

Kalau ingin tahu lebih banyak tentang Ubuntu,
Saya ada linknya,

http://book.opensourceproject.org.cn/distrib/ubuntu/unleashed/

Tapi itu bukan untuk didownload, hanya sebuah online-book.
Isinya cukup bagus kok, dimulai dari hal yang mendasar.

ada lagi satu link download eBook Ubuntu,
tapi sayangnya dari Rapidshare.com, jadi bila tidak punya account
premium, download akan sedikit lama.

http://rapidshare.com/files/19276652/Wiley.Ubuntu.Linux.Bible.Jan.2007.zip

Ini juga satu lagi link download buku Ubuntu untuk pemula

http://rapidshare.com/files/43466056/1590598202.rar

package RAR-nya dipassword,
password RAR = www.softarchive.net

Lain kali saya dapet linknya, saya post lagi.
Yang penting sekarang adalah kemauan untuk belajar

Jumat, 07 Maret 2008

To-Do Things Setelah Install Ubuntu

Setelah berhasil menginstall Ubuntu,
saya, yang hanya seorang user biasa,
menyarankan untuk melakukan beberapa hal:

Pertama, kenalilah tampilan desktop.
Coba-coba saja buka semua menu satu per satu.
Kalau perlu jalankan semua aplikasi yang ada.
Hal ini penting untuk menghilangkan
ketakutan akan sesuatu yang baru.

Kedua, perlu diketahui bahwa Ubuntu yang
fresh dari installer belum bisa memainkan file-file
musik dan film yang umum kita mainkan.
Oleh karena itu buka menu dan pilih Add/Remove application.
Di pilihan show di pojok kanan atas,
pilih All Available Applications.
Nah cari codecs dan software untuk memainkan file-file tersebut.
Sebagai referensi, saya mendownload
Semua codecs GStreamer untuk Rhythmbox Music Player (sudah terinstall)
MPlayer dan VLC untuk memainkan segala file film.
Sebagai tambahan, Amarok dan Audacious juga bagus untuk memainkan lagu.

Ketiga, kalau ingin mengetahui seluk-beluk Ubuntu,
jangan sungkan membuka help yang memang disediakan
untuk membantu bagi yang belum familiar dengan Ubuntu.

Selebihnya, Ubuntu sudah siap pakai.
Segalanya bisa.
Lagipula bila butuh sebuah software,
search saja di Add/Remove Apps. seperti tadi.
Kalau belum puas, cari lewat Google.
Pasti ada.

Jangan ragu untuk mencoba!

Ayo Install Ubuntu!

Kalau ada yang tertarik untuk menggunakan Linux,
saya menyarankan untuk menginstall Ubuntu atau Mint.
Keduanya adalah Linux turunan dari Debian.
Proses instalasi cukup mudah dan kompatibilitasnya tinggi.
Jadi bagi yang masih baru pun menggunakannya tidak sulit.

Kalau ingin mendapatkan CD, minta saja ke Ubuntu.com
nanti akan dikirim CD Ubuntu sesuai pesanan.
Atau cari saja komunitas Ubuntu di kota anda.
Mereka akan dengan senang hati memberikan kopian
CD serta beberapa petunjuk.
Bahkan mereka tidak segan membantu menginstallkan.

Bagi yang berada di Jogja,
Bisa meminta bantuan ke Puskom UGM,
sekarang dikenal sebagai PPTIK UGM.

Atau search saja di Google,
banyak kok yang menyediakan bantuan.

Yang penting sekarang,
apa berani untuk mencoba yang baru?

Kenapa Open Source?

Open Source,
dua kate yang asing dulunya bagi saya.
Yang pasti, kalau mendengar dua kata itu,
yang muncul dalam benak saya hanya tiga hal,
PENGUIN, GRATIS, dan RUMIT.

Kenapa Penguin?
Karena dulu saya beranggapan,
segala yang Open Source adalah Linux,
sistem operasi yang free.
Sistem Operasi?
Itu lho yang membuat kita bisa menggunakan komputer,
contohnya Mac dari Apple, Windows dari Microsoft.

Kenapa Gratis?
Ya itu tadi Linus Torvalds sang pembuat Linux
memutuskan untuk menggratiskan sistem operasinya
dan memperbolehkan semua orang menggunakan seenaknya.

Kenapa Rumit?
Namanya juga masih belum tahu,
semuanya yang masih belum kita ketahui
pasti kita anggap rumit.

Sekarang, setelah berkenalan
dengan dunia komputer.
Dan dengan memberanikan diri mencoba,
ternyata Linux sangat menyenangkan.

Apa saja yang menyenangkan dari Linux?

Pertama, saya menggunakan laptop dengan spesifikasi
sangat ketinggalan zaman.
Terutama untuk seorang mahasiswa.
Ternyata Linux tidak memberati laptop saya,
padahal yang saya pakai adalah Ubuntu versi terbaru.

Kedua, Linux mampu menggunakan berbagai versi
file. Jadi file dari Windows pun bisa dibuat dan dibaca di Linux.

Ketiga, Kalaupun Linux tidak mampu membaca suatu format file,
dalam hal ini misalnya MP3,
kita tinggal download saja.
Dalam Linux ada yang namanya REPOSITORY,
jadi dari komunitasnya, disediakan daftar software dan codec yang selalu up-to-date.
Jadi tidak perlu repot browsing.
Ubuntu saya sekarang sudah tidak ada masalah.
Semua jenis file bisa.

Keempat, software yang disediakan oleh repository sangat bervariasi.
Saya senang sekali mencoba-coba software aneh-aneh.
Contohnya, yang baru saya download adalah
software yang mengingatkan saya untuk melakukan
micro break setiap beberapa menit selama bekerja di depan laptop.
Sederhana tapi berguna kan?

Itu baru awalnya saja saya membahas Linux, akan ada lebih banyak lagi...

2 Hari 2 Film

Memang sih dulu hobi saya nonton film.
Tapi rasanya kalau diingat-ingat
sudah hampir setengah tahun
nggak pergi ke bioskop.

Nah tiba-tiba saja
hari senin kemarin saya diajak
Nonton film Jumper.
Keren betul.

Lalu besoknya
Diajak lagi nonton.
Kali ini nonton Ayat-Ayat Cinta.
Walah.

Dari film action
ke film romantis.
Walah.

Untungnya, yang cukup menyenangkan,
Hanung Bramantyo sebagai sutradara
berhasil memberikan suguhan tontonan
dengan kualitas yang cukup bagus.
Sangat lumayan lah dari film-film
Indonesia yang kurang bermutu.

Coba saja para sutradara Indonesia berani membuat film bertaraf internasional...

Sabtu, 01 Maret 2008

Backpackers: Kemandirian yang Luar Biasa!

Backpackers adalah orang-orang
yang bepergian ke berbagai penjuru dunia
dengan akomodasi semurah-murahnya
dan hanya membawa satu atau dua tas.
Yang paling mencolok adalah tasnya selalu tas punggung.

Saya sesorean sampai malam tadi
menjadi guide seorang backpacker dari Belanda.
Dia teman kakak saya yang bekerja di Singapura.
Mereka bertemu ketika sama-sama melancong di Lombok.

Ceritanya backpacker itu, Tim,
hendak menuju Jogja dari Bali.
Dia naik bus yang salah menuju Surabaya.
Hebatnya dia bisa mencari bus yang benar ke Jogja.

Setelah sampai Jogja
dia saya antar ke tempatnya menginap
dan makan malam bersama.

Dari obrolan selama itulah
saya dapat menarik kesimpulan
seberapa mandirinya dia.

Tim sudah 3 bulan ini pergi dari Amsterdam.
Dia sudah puas berkeliling Australia
dan sekarang dalam perjalanan di Indonesia.
Setelah itu dia baru pergi entah kemana.
Itulah dia, pergi kemana dia ingin
dan pasti bisa bertahan walau bagaimanapun.

Dia punya target bulan Juni ini
kembali ke kehidupan nyata.
Jadi dia berhenti sekolah dan bekerja
karena merasa tidak nyaman
dan memutuskan untuk pergi bertualang.

Memang kemandirian seorang backpacker itu luar biasa.