Tampilkan postingan dengan label Ubuntu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubuntu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Oktober 2010

Linux Magazine: Jangan Update ke Ubuntu 10.10

Melanjutkan post saya tentang launching Ubuntu 10.10, saya berikan sebuah review dari majalah online Linux Magazine.

Linux Magazine berpendapat Ubuntu 10.10 tidak memiliki upgrade fitur yang yang signifikan, kecuali Software Center-nya, dimana user sekarang dapat membeli software proprietary. Selain itu pengembangan fitur lainnya hanyalah di Ubuntu One yang sekarang mendukung streaming lagu ke ponsel.

Minggu, 10 Oktober 2010

10-10-10: Launching Ubuntu 10.10

Tanggal 10-10-10, hari ini banyak sekali dibahas di media massa, ada yang menikah massal, ada yang melahirkan massal, tapi saya berpendapat hari ini spesial karena Ubuntu 10.10 diluncurkan.

Sesuai dengan jadwalnya, Ubuntu akan selalu meluncurkan edisi baru setiap 6 bulan sekali, yaitu bulan April dan Oktober. Karena kodenya sesuai dengan tahun dan bulan diluncurkan, kode Ubuntu kali ini adalah 10.10.

Selasa, 29 Desember 2009

Google Chrome for Linux!

Kabar gembira bagi pengguna Linux! Akhirnya (sebenarnya sih sudah 8 Desember yang lalu) Google menyelesaikan web browser Google Chrome untuk Linux. Walaupun sekarang masih sampai tahap beta, tapi Anda sudah bisa menggunakannya.

Beberapa waktu lalu saya ingin menggunakan Google Chrome, namun karena untuk Linux masih belum tersedia, saya memilih pilihan agar saya dikirimi email jika Google Chrome untuk Linux sudah jadi. Ternyata Google menepati janjinya dan mengirimkan email pengumuman tersebut pada tanggal 8 Desember.

Rabu, 23 Desember 2009

Wicd, Alternatif Network Manager untuk Linux

Beberapa waktu yang lalu, saya mencari-cari cara untuk menggunakan static IP di Ubuntu saya. Tidak cuma menemukan cara mengaturnya, saya juga menemukan sebuah software network manager yang cukup friendly dan mudah diatur, namanya Wicd (baca: wicked).

Wicd memiliki tampilan yang sederhana, dengan langsung menampilkan pilihan koneksi yang terdeteksi. Untuk tiap koneksi, Anda dapat mengatur beberapa hal, seperti IP, DNS, atau password.

Senin, 30 November 2009

Atur Shutdown dengan GShutdown

Saya sering mendengarkan musik sampai ketiduran. Maklum yang saya dengarkan Depapepe, bagaimana tidak terbuai ke alam mimpi kalau begitu? Namun sayang, kalau ketiduran begitu, saya baru bangun keesokan pagi dan menemukan laptop masih menyala. Sayang listriknya bukan?

Minggu, 04 Januari 2009

Buku "An Ubuntu Guide" Saya Terbit!

Beberapa bulan lalu, saya dan teman saya, Erlangga Al Farozi, sesama penulis untuk situs BolakBalik.com, menulis buku tentang Ubuntu. Kami menulis dengan harapan dapat menghasilkan buku panduan penggunaan Ubuntu yang mudah dibaca untuk orang awam sekalipun.

Singkat kata lahirlah buku "An Ubuntu Guide", Sebuah buku yang dapat dijadikan panduan bagi semua orang yang ingin menggunakan Ubuntu. Buku ini mengajari tanpa menggurui, dengan penjelasan yang mudah dimengerti dan diaplikasikan.

Sebagian dari isi buku terbitan Penerbit Andi ini adalah:
- Pengenalan Ubuntu
- Cara instalasi
- Pengenalan Desktop dan Menu
- Desktop Effects
- Dan lain-lain

Buku ini sudah dijual di berbagai toko buku, Gramedia misalnya. Atau Anda dapat memesannya secara online melalui situs Penerbit Andi.

Budayakan membaca.

Selasa, 30 Desember 2008

Lihat Detil Komputer Dengan Sysinfo

Tahu nama lengkap graphic card Anda? Tahu model hard disk Anda? Mungkin Anda menganggap itu tidak penting, namun suatu ketika bisa jadi Anda membutuhkannya. Ada sebuah aplikasi di Ubuntu yang berfungsi untuk menampilkan info tentang komputer Anda, Sysinfo.

Sysinfo dapat Anda install melalui Add/Remove, Terminal, atau Synaptic. Sysinfo akan menampilkan informasi mengenai Sistem Operasi, Processor, Memory, dan beberapa hardware lainnya.

Lebih baik tahu ketimbang tidak tahu bukan?

Senin, 22 Desember 2008

Automount Hard Disk di Ubuntu

Jika Anda termasuk pengguna Ubuntu, Anda mungkin pernah mempunyai masalah dengan drive hard disk yang tidak ter-mount secara otomatis. Cara yang sudah umum bagi pengguna Ubuntu adalah mengedit fstab. Cara itu akan sangat asing bagi pengguna awam yang terbiasa dengan GUI (Graphical User Interface).

Ada sebuah aplikasi GUI untuk mengkonfigurasi drive yang akan di-automount. Namanya pysdm (PyGTK Storage Device Manager). Anda dapat menginstallnya melalui terminal dengan mengetikkan
sudo apt-get install pysdm

atau mencari "pysdm" di Add/Remove atau Synaptic.

Aplikasi ini dapat diakses melalui menu System > Administration > Storage Device Manager. Dengan aplikasi ini Anda dapat mengetahui setiap hard disk dan partisinya, serta mengatur perintah mountingnya.

Untuk tiap partisi Anda dapat mengatur konfigurasi mounting dengan Assistant, sebuah checklist yang tinggal Anda centang saja. Atau Anda dapat mengetikkan konfigurasinya secara manual. Berikut beberapa saran untuk tipe partisi:
ext2/3:
root partition ( / ): relatime,errors=remount-ro
home partition (/home): nodev,nosuid,relatime
other partitions: defaults,users

ntfs/vat:
auto,users,uid=1000,gid=1000,utf8,dmask=027,fmask=137

Untuk penjelasan yang jauh lebih lengkap Anda dapat membaca disini.

Senin, 01 Desember 2008

Membuat Gif dengan GIMP

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya, bagaimana membuat image yang mempunyai animasi seperti gif. Tahukah Anda bahwa software open source bernama GIMP dapat melakukannya? GIMP adalah software yang umum digunakan untuk editing image seperti pada Adobe Photoshop. Bedanya GIMP open source.

GIMP bisa Anda dapatkan secara gratis di situs GIMP.org

Membuat image gif sebenarnya mudah sekali. Seperti pada Photoshop, GIMP juga mempunyai layer. Dalam pembuatan gif tiap layer adalah tiap frame animasi. Oleh karena itu, hanya dengan menumpuk gambar di layer, Anda dapat membuatnya bergerak.

Sebagai contoh, dengan gambar tux ini, Saya membuat banner bergerak.

Caranya sangat mudah. Saya membuat file dengan ukuran web banner. Kemudian saya masukkan gambar tux ini ke tengah. Saya duplikasi layer tux ini menutupi layer pertama, namun posisinya digeser sedikit. Saya lakukan itu berulang-ulang sampai posisi tux ada di pinggir.

Setelah itu, untuk membuat teks, saya menggunakan text tool biasa. Setiap kata berbeda layer. Karena itu tiap kata dapat muncul berurutan.

Untuk mengatur kecepatan animasi, setiap nama layer diberi ([waktu]ms) di belakangnya.

Hasilnya adalah sebagai berikut. Klik image di bawah ini untuk melihat hasilnya.

Rabu, 26 November 2008

Membuat Wallpaper Hujan Matrix di Ubuntu

Pernah menonton film The Matrix? Kalau ya pasti Anda ingat bagaimana ciri khasnya, hujan kode ASCII hijau dengan latar belakang hitam. Kalau cuma sebagai screensaver sih biasa, tapi kalau jadi wallpaper? Itu baru keren.

Cara mengaktifkannya sangat mudah.

  • Tekan alt+F2, akan muncul window application launcher. Ketikkan gconf-editor dan tekan enter.
  • Masuk ke apps > nautilus > preferences. Cari show_desktop dan hilangkan centangnya.
  • Tutup configuration editor.
  • Buka terminal dan ketikkan /usr/lib/xscreensaver/glmatrix -root

Wallpaper Anda sekarang pasti sudah menjadi hujan kode matrix yang tadinya adalah screensaver.

Jika Anda ingin wallpaper ini aktif tiap kali anda login, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Buka menu System > Preferences > Sessions
  • Di Startup Programs klik Add
  • Isi name dengan Matrix atau apapun yang Anda inginkan
  • Isi command dengan /usr/lib/xscreensaver/glmatrix -root
  • Klik OK

Selamat menikmati wallpaper yang keren.

Sabtu, 15 November 2008

Copy VCD di Ubuntu

Bagi pengguna Linux Ubuntu yang suka menonton film mungkin pernah merasakan satu kekurangan Ubuntu, tidak mampu mengcopy VCD. Padahal DVD bisa. Karena itulah saya memiliki 2 cara yang sudah terbukti efektif untuk mengcopy VCD ke harddisk Anda.

Cara yang pertama adalah dengan menginstall vcdimager, sebuah program yang mengambil isi VCD dan menyimpannya dalam bentuk mpg. Cara menginstallnya cukup dengan membuka terminal dan ketikkan:

sudo apt-get install vcdimager

Setelah terinstall, untuk mengcopy VCD cukup masukkan VCD dan ketikkan di terminal:

vcdxrip

Isi dari VCD akan tercopy ke folder Home Anda dengan format mpg.

Namun dari pengalaman, cara yang pertama tidak selalu berhasil. Karena itu ada cara yang kedua. Cara ini akan me-mount VCD dengan langsung mengubah isi VCD menjadi mpeg, Anda tinggal mengcopy saja.

Pertama install module assistant dengan perintah:

sudo apt-get install module-assistant

Kemudian ketikkan:

sudo module-assistant prepare

untuk menyiapkan sistem. Jika sistem meminta menginstall beberapa komponen tambahan pilih yes.

Kemudian install modul cdfs dengan:

sudo apt-get install cdfs-src

Lalu gunakan module assisstant untuk menginstall modul:

sudo module-assistant

Ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Pilih SELECT lalu pilih OK
  2. Pilih modul cdfs dan pilih OK
  3. Pilih BUILD dan pilih OK
  4. Pilih OK untuk instalasi
  5. Pilih EXIT untuk keluar

Untuk memulai, masukkan VCD Anda. Lalu unmount dengan perintah:

sudo umount /dev/cdrom /media/cdrom0/

Mount lagi dengan modul baru dengan perintah:

sudo mount -t cdfs /dev/cdrom /media/cdrom0/
Sekarang Anda dapat mengcopy isi VCD. Untuk meng-eject VCD jangan lupa unmount dulu dengan perintah diatas.

Kamis, 13 November 2008

Mainkan File Guitar Pro di Ubuntu

Jika Anda termasuk orang yang ragu menggunakan Linux karena khawatir tidak ada software yang dapat memainkan file tablature gitar macam Guitar Pro dan Power Tab, Anda tidak perlu khawatir lagi. Saat ini sudah ada software yang dapat memainkan dan mengedit file-file tablature di Linux. Nama software tersebut adalah Tux Guitar.

Tux Guitar adalah sebuah software yang dapat memainkan file tablature berekstensi .tg, .gp3, .gp4, .gp5, dan .ptb. Dengan tampilan yang lucu khas Tux (maskot Linux yang berupa pinguin), Tux Guitar tidak bisa dianggap enteng. Software resmi Guitar Pro dan Power Tab saja tidak bisa saling membuka file.

Untuk pengguna Ubuntu, cara menginstallnya sangat mudah. Anda cukup membuka "Add/Remove" di menu Applications, pilih Show "All Available Applications", dan search saja "guitar". Pilih Tux Guitar dari daftar dan klik "Apply". Setelah itu software akan secara otomatis diinstall.

Jika setelah menginstall Anda ternyata hanya dapat membuka file, namun tidak memainkannya, maka Anda harus mendownload Soundbank dari:

http://java.sun.com/products/java-media/sound/soundbanks.html

Pilih paket Soundbank yang Anda inginkan disitu. Sebagai saran, bila ingin suara yang bagus, download yang Deluxe (4.92 MB).

Setelah itu, buka Tux Guitar anda. Masuk ke menu Settings, pilih Configure TuxGuitar. Klik tombol "Sound". Pilih "Use Custom Soundbank". Anda tinggal browse dan pilih file Soundbank yang sudah Anda download.

Selamat bermain gitar.

Minggu, 28 September 2008

Menentukan Syawal Dengan Stellarium

Dalam setiap bulan Ramadhan, perdebatan yang selalu terjadi adalah kapankah tanggal 1 Syawal akan terjadi. Secara umum ada 2 cara untuk menentukan 1 Syawal ini.

Cara yang pertama adalah dengan perhitungan hari. Sedangkan cara yang kedua adalah melihat bulan sabit, atau yang sering disebut hilal.

Saya sempat melihat sebuah iklan tayangan teknologi di Metro TV. Pada iklan acara itu Saya melihat peragaan menentukan 1 Syawal menggunkan software. Ternyata software yang digunakan adalah Stellarium.

Stellarium adalah software multi platform (bisa di Linux, Mac, dan Windows) yang memperlihatkan simulasi alam semesta. Kita seolah-olah melihatnya dari bumi ini. Kita juga bisa menentukan letak dimana kita berada di bumi ini. Tidak ketinggalan ada pula konstelasi bintang beserta visualisasinya yang indah.

Saya ingat ketika mempromosikan Linux di sekolah-sekolah Saya selalu memamerkan Stellarium. Karena selain desktop effects, Stellarium adalah software yang sangat menarik perhatian.

Yang membuat Stellarium digunakan untuk menentukan 1 Syawal adalah software ini mampu menyajikan tampilan langit di waktu dan tanggal yang kita tentukan. Praktis memang. Apalagi Stellarium adalah software open source.

Anda dapat mendownloadnya gratis dari situs Stellarium atau, bagi pengguna Linux, menginstallnya dari repository.

Kamis, 01 Mei 2008

Convert Ms. Office XML (docx) ke ODF!

Akhirnya setelah menyatakan kekesalan saya akan ketidakmampuan Open Office untuk membuka dokumen berformat Ms. Office XML seperti docx, pptx, dan lainnya, saya melakukan sedikit browsing untuk mencari converter yang bisa digunakan di Ubuntu saya.
Saya menemukan sebuah aplikasi yang dijalankan melalui terminal untuk meng-convert jenis dokumen ini.
Nama aplikasi tersebut adalah Odf-converter.
Setelah saya coba install, ternyata terjadi error dalam eksekusinya.

Kemudian saya mencoba lagi mencari yang lain.
Dalam pencarian itu saya menemukan 2 situs yang menyediakan layanan convert online.
Jadi saya tidak perlu mendownload aplikasinya, cukup mengupload file saya yang akan saya convert dan menunggu jawaban di e-mail saya.

Situs yang pertama adalah docx-converter.com.
Situs ini menyediakan layanan convert dari tipe dokumen docx ke berbagai macam tipe dokumen.
Cara penggunaannya cukup sederhana, buka situsnya, isi alamat e-mail, browse file yang akan diubah dari komputer, pilih hasil convertnya, dan klik CONVERT IT!
Kemudian akan ada e-mail dari docx-converter.com yang memberitahu bahwa hasil convert bisa didownload dari link yang ada di e-mail tersebut.














Kemudian, situs yang kedua adalah zamzar.com.
Situs ini menyediakan layanan yang lebih lengkap.
Langkah-langkah untuk menggunakan layanan ini lebih jelas dan lebih mudah.
Selain itu pilihan yang dapat diconvert disini juga lebih banyak.
Bisa bertipe image, doc, multimedia, dan juga package seperti zip, rar, dan lain-lain.
Situs ini menyediakan juga layanan yang berbayar, yang mana member dapat mengupload file berukuran besar, punya file manager sendiri di situs tersebut, proses convert yang lebih cepat, dan lain-lain.
Proses convertnya juga sama, upload file, pilih jenis dokumen hasil convert, isi alamat e-mail, dan klik Convert.
Nantinya hasil convert juga didownload dari link yang dikirimkan lewat e-mail.













Akhirnya tidak perlu bingung dengan format Ms. Office XML...

internet-stuffs

Ubuntu 8.04, Hardy Heron

Pengguna Ubuntu sudah lama menanti munculnya edisi baru Ubuntu,
Ubuntu 8.04 Hardy Heron.
Teman-teman saya banyak berspekulasi tentang kemampuan apa yang bakal dimilikinya.
Mereka berharap sangat banyak dari edisi baru ini.

Dari situs ubuntu.com, saya mendapat review feature-feature yang ada di Ubuntu baru ini.
Setelah saya amati, saya sedikit kecewa.
Memang promosinya sangat bagus, kata-kata yang digunakan sangat mengundang.
Tapi kalau dicermati lebih lanjut, sebenarnya feature yang dibanggakan di situs tersebut
sebenarnya tidak jauh berbeda dari feature yang ada di Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon.

Apa yang berbeda?
Yang saya amati, web browser defaultnya, Mozilla Firefox, menggunakan versi 3 beta 5.
Sebenarnya kalau ulet, bisa saja pengguna Ubuntu lama mendownload dan menginstallnya
sendiri, tanpa perlu menginstall Ubuntu 8.04.
Mungkin semua aplikasi yang ada adalah versi baru, yang mana bisa saja didownload sendiri.
Jadi sebenarnya kurang menarik bagi saya.

Yang saya sayangkan adalah kemampuan integrasi yang kurang dari Officenya.
Kalau memang ingin membuat terobosan baru, mengapa tidak dibuat kompatibel
dengan tipe dokumen dari Ms. Office 2007?

Saya sempat melihat sekilas Ubuntu 8.04 yang diinstall di laptop teman saya.
Tampilannya tidak berbeda jauh.
Tapi mungkin ada feature teknis yang tidak ditunjukkan di situs resminya,
sehingga saya belum dapat memberikan pendapat yang sesuai.

Tapi, untuk mencoba, apa salahnya?

Jumat, 18 April 2008

Ternyata Lebih Baik GNOME

Setelah beberapa lama mencoba environment KDE, saya menyadari ternyata KDE tidak terlalu stabil.
Saya sering mengalami crash ketika menggunakan KDE.
Akhirnya saya putuskan untuk kembali pada GNOME.
Toh aplikasi KDE bisa dipakai di GNOME.

Minggu, 06 April 2008

Dari Ubuntu 7.10 ke Kubuntu 7.10!

Saya selama ini menggunakan Ubuntu 7.10 dengan desktop environment Gnome. Saya sedikit mengeluh karena lamanya waktu yang dibutuhkan untuk membuka sebuah aplikasi. Kemudian saya mengetahui kalau aplikasi-aplikasi dari KDE lebih cepat.

Maka saya mengeluarkan jurus membuka Synaptic Package Manager. Dengan search KDE, saya menemukan package KDE. Langsung saja saya download KDE, yang ternyata, dengan koneksi internet superlambat saya, membutuhkan 2 hari.

Setelah download dan install otomatis berhasil, saya Log Out dan Login dengan memilih session KDE. Menu sessions dapat ditemukan di tombol option pada login screen.

Hasilnya? TERBUKTI!!

KDE jauh lebih ramah terhadap spesifikasi hardware kacangan macam laptop saya. Saya serasa mengganti laptop saya dengan laptop yang lebih cepat. Aplikasinya juga jadi sangat lengkap. Saya sampai bingung mau memakai yang mana.

Ingin mencoba? Siapkan diri dengan download kira-kira 200MB

Selasa, 18 Maret 2008

Ingatkan Diri Untuk Istirahat dengan Workrave

Selama ini saya bekerja di depan laptop tanpa memperhitungkan akibat yang dapat terjadi pada tubuh saya.
Walaupun pada akhirnya juga saya merasakan pegal-pegal atau pusing karena terlalu lama bekerja di depan laptop.

Nah, sebenarnya dokter menganjurkan agar kita beristirahat secara teratur setiap beberapa menit untuk menghindari akibat dari bekerja terlalu lama di depan komputer.
Namun terkadang karena asyiknya kita bekerja, sulit untuk sadar bahwa kita butuh istirahat.

Oleh karena itulah, diciptakan sebuah software bernama Workrave.
Software ini dapat didownload melalui repository Ubuntu.
Workrave akan mengingatkan kita untuk melakukan micro break, istirahat sejenak, setiap beberapa menit dan rest break setiap 45 menit.
Interval antar break dapat kita atur sendiri, sesuai selera.
Ketika kita mencapai waktunya rest break, akan muncul instruksi untuk melakukan gerakan-gerakan stretching dan relaksasi mata.
Hal ini membantu mencegah kita merasa pegal dan letih.

Program unik tapi berguna juga kan?

Jumat, 14 Maret 2008

Baca Berita Pakai RSS Feed!

Sebagai anak kos, saya sudah jarang menonton berita dan membaca koran, oleh karena itu saya lebih sering membaca berita melalui situs-situs berita.
Sebelum ini, saya membaca berita dengan membuka situs-situs tersebut. Namun setelah agak lama, saya merasa kurang efektif karena harus membuka halaman demi halaman web.

Kemudian saya ingat pernah melihat aplikasi untuk membaca RSS feed di Ubuntu. Setelah buka add/remove, saya melihat ada beberapa RSS feed reader. Saya memutuskan untuk menginstall Akregator, RSS feed reader yang berbasis KDE.
Akregator ini sangatlah ringan, sehingga tidak membebani memori laptop saya. Ditambah lagi, penggunaannya sangatlah mudah, saya cukup menambahkan URL RSS feed dari situs yang saya inginkan. Akregator akan mendownload RSS feed itu setiap 30 menit, itu default-nya, bisa diubah-ubah sesuai keinginan.

Sekarang saya bisa tetap up-to-date dengan berita-berita tanpa perlu repot membuka web browser

Rename Banyak File Sekaligus!

Saya adalah orang yang gemar membaca komik dan mendengarkan lagu. Komik hasil download-an biasanya mempunyai nama file yang berantakan. Oleh karena itu saya mencari software di Ubuntu yang bisa me-rename banyak file.

Setelah membuka add/remove application, saya memutuskan untuk menginstall Thunar File Manager.
Thunar ini bisa memilih beberapa file berdasarkan pola, selain itu bisa juga me-rename ratusan file sekaligus dengan beberapa pilihan, misalnya menyisipkan karakter di nama file, menimpa nama file, atau mengurutkan.

Bekerja dengan file jadi semakin mudah dengan Ubuntu